Sustainability bukan sekadar menambahkan teknologi hijau setelah desain selesai. Sustainability harus dimulai dari keputusan dasar: site, orientation, massing, envelope, material, energy dan water.
Memahami matahari, angin, hujan, temperature dan humidity.
Menggunakan strategi pasif sebelum mengandalkan sistem mekanis.
Energy, water, material dan building systems.
Menguji apakah keputusan desain benar-benar bekerja.
Olgyay mengembangkan pendekatan climate-responsive architecture yang menghubungkan kondisi iklim dengan keputusan arsitektur.
Climate → Biology → Technology → Architecture
Givoni menghubungkan climate, building dan human comfort.
Strateginya meliputi: ventilation, shading, thermal mass, solar control.
Mazria menekankan pemanfaatan kondisi lingkungan melalui strategi pasif sebelum menggunakan energi mekanis.
Ken Yeang mengembangkan hubungan antara: Building + Ecology + Climate + Landscape
Sustainability diperluas hingga material, lifecycle, waste dan ecological systems.
Isu sustainability kontemporer mencakup: energy, carbon, water, health, resources dan resilience.
Sebelum menentukan bentuk, mahasiswa harus memahami kondisi lingkungan yang mempengaruhi bangunan.
Analisis:
Analisis:
Analisis:
Perhatikan:
Perhatikan:
Hubungkan climate dengan:
Atur orientasi bangunan berdasarkan solar exposure dan prevailing wind.
Kurangi solar heat gain sebelum panas masuk ke bangunan.
Gunakan perbedaan tekanan dan konfigurasi bukaan untuk menggerakkan udara.
Memaksimalkan daylight tanpa menyebabkan excessive heat gain.
Memanfaatkan material dan massa bangunan untuk mengontrol perubahan temperatur.
Vegetasi dan landscape menjadi bagian dari strategi environmental response.
Building envelope bukan hanya kulit bangunan. Ia menjadi filter antara: OUTDOOR ↔ INDOOR
Solar radiation mencapai bangunan.
Shading mengontrol solar exposure.
Material dan opening mengontrol transfer.
Ventilation mengontrol air movement.
Ruang mencapai kondisi yang lebih nyaman.
Pengguna mengalami ruang.
Prinsip penting: Reduce → Optimize → Generate
Kurangi kebutuhan energi melalui passive design.
Optimalkan sistem lighting, HVAC dan equipment.
Gunakan renewable energy seperti photovoltaic.
Gunakan data untuk mengetahui performa aktual bangunan.
Rainwater
Storage tank
Non-potable use
Greywater
Landscape / groundwater
Smart building berarti bangunan mampu: sense → analyze → respond terhadap kondisi lingkungan dan pengguna.
Sensor membaca temperatur ruang.
Sensor membaca kualitas udara dan occupancy.
Sensor membaca keberadaan pengguna.
Mahasiswa harus mampu menghubungkan: Strategy → Indicator → Evidence → Decision
| Indicator | Base Design | Improved Design | Design Decision |
|---|---|---|---|
| Daylight | — | — | Opening / shading |
| Solar Exposure | — | — | Envelope / orientation |
| Natural Ventilation | — | — | Opening / courtyard |
| Energy | — | — | Passive + active systems |
| Water | — | — | Collection / reuse |
Grasshopper-based environmental analysis untuk climate, solar radiation, daylight dan comfort.
Environmental simulation untuk daylight, solar radiation, energy dan climate analysis.
Membantu mengevaluasi energy performance dan design alternatives.
Early-stage building performance analysis untuk energy dan daylight.
Building energy simulation engine untuk analisis energy performance.
Platform untuk workflow energy modelling berbasis EnergyPlus.
Building performance simulation untuk energy, thermal dan environmental analysis.
Interface untuk building simulation dan environmental performance analysis.
Bayangkan bangunan yang tidak hanya menerima kondisi lingkungan, tetapi meresponsnya.
Matahari berubah. Angin berubah. Occupancy berubah. Temperature berubah. Dan bangunan merespons.
Gunakan desain yang telah dikembangkan pada Page 12. Sekarang lakukan environmental integration terhadap desain tersebut.
Sun, wind, rain, temperature, humidity.
Orientation, shading, ventilation, daylight.
Open, porous, shaded, solid.
Cooling, lighting, equipment, renewable energy.
Rainwater, reuse, infiltration.
Minimal three responsive systems.
Compare base design with improved design.
Apa yang berubah setelah simulasi?
Jelaskan mengapa keputusan tersebut dipilih.
01. Climate Analysis Diagram
02. Solar / Wind Analysis
03. Passive Design Strategy
04. Building Envelope Strategy
05. Energy Strategy
06. Water Strategy
07. Smart Building Concept
08. Performance Comparison
09. Design Modification
10. Sustainability Strategy Board
Apa masalah lingkungan yang ingin dijawab?
Strategi desain apa yang digunakan?
Data atau simulasi apa yang mendukung?
Apa yang berubah pada desain?
Membaca kondisi iklim dan lingkungan.
Mengembangkan passive environmental strategies.
Menggunakan simulasi untuk menguji keputusan.
Mengintegrasikan energy, water dan smart systems.
Mulailah dari kondisi lingkungan. Kemudian ubah kondisi tersebut menjadi keputusan desain.