Asas, Metode & Pendekatan Perancangan IV / Meeting 14

INTERPRET Experiencing Architecture, Signs & Meaning

Studio Membaca pengalaman dan makna arsitektur
PIC Prof. Oka
Focus Experiencing architecture, semiotics, sign, meaning, symbolism, identity, architectural interpretation
Question “Apa yang dialami dan dikomunikasikan oleh arsitektur?”
01 / CORE IDEA

Architecture Is More Than Form.

Arsitektur tidak berhenti pada form, function, dan structure. Arsitektur juga menghasilkan pengalaman, persepsi, interpretasi, identitas, dan makna.

FORM → EXPERIENCE → PERCEPTION → INTERPRETATION → MEANING

Pertanyaan utama: Apa yang dialami dan dikomunikasikan oleh arsitektur?
01 / EXPERIENCE

Experience

Bagaimana tubuh mengalami ruang?

02 / SIGN

Sign

Elemen apa yang mengkomunikasikan sesuatu?

03 / MEANING

Meaning

Makna apa yang dihasilkan oleh arsitektur?

04 / IDENTITY

Identity

Apa yang membuat tempat dikenali dan diingat?

02 / GRAND THEORY

Architecture, Experience & Meaning.

Christian Norberg-Schulz

Genius Loci

Dalam pendekatan fenomenologis, Norberg-Schulz membahas spirit of place dan hubungan antara manusia, lingkungan, dan makna tempat.

Place ≠ Location
Place adalah lingkungan yang memiliki karakter dan makna bagi manusia.

Juhani Pallasmaa

The Eyes of the Skin

Pallasmaa mengkritik dominasi visual dalam pengalaman arsitektur.

Arsitektur dialami melalui: sight, sound, touch, smell, movement & memory.

Peter Zumthor

Atmospheres

Atmosfer arsitektur dibentuk oleh material, cahaya, suara, temperatur, proporsi, objek, dan spatial sequence.

Pertanyaan: Why does one space feel different?

Kevin Lynch

The Image of the City

Lynch mengidentifikasi lima elemen dalam pembentukan mental image kota: Paths, Edges, Districts, Nodes, Landmarks.

Charles Jencks

Architecture as Language

Arsitektur dapat dibaca sebagai sistem komunikasi yang memiliki literal, metaphorical, cultural, dan symbolic meaning.

Steen Eiler Rasmussen

Experiencing Architecture

Rasmussen membahas bagaimana arsitektur dialami melalui scale, rhythm, light, material, movement, dan human perception.

03 / SPATIAL EXPERIENCE

Architecture Is Experienced Through Movement.

Jangan hanya bertanya: “Apa bentuk bangunannya?” Tanyakan: “Apa yang saya alami ketika bergerak melewatinya?”

01

Approach

Bagaimana seseorang mendekati bangunan?

02

Enter

Bagaimana threshold dialami?

03

Compress

Apakah ruang menjadi lebih sempit?

04

Release

Apakah ruang kemudian terbuka?

05

Discover

Apa yang ditemukan pengguna?

APPROACH → ENTER → TRANSITION → PAUSE → DISCOVER → ARRIVE
04 / SEMIOTICS

Architecture Can Communicate.

Sebuah bentuk arsitektur dapat menjadi sign yang menghasilkan atau membawa makna.

Saussure

Ferdinand de Saussure memahami sign sebagai hubungan antara:

SIGNIFIER + SIGNIFIED = SIGN

Signifier adalah bentuk yang hadir.

Signified adalah konsep atau makna yang diasosiasikan.

Peirce

Charles Sanders Peirce membagi sign menjadi tiga hubungan utama.

ICON
INDEX
SYMBOL

Icon → resemblance
Index → indication
Symbol → convention

Architecture

Bentuk arsitektur dapat dibaca sebagai tanda yang dipengaruhi oleh budaya dan konteks.

FORM → SIGN → ASSOCIATION → MEANING
05 / ARCHITECTURAL SIGN

Read the Signs Around You.

Gate

Physical: Entrance structure.

Possible meaning: transition, boundary, arrival, identity.

Tower

Physical: Vertical element.

Possible meaning: visibility, hierarchy, identity, sacredness.

Roof

Physical: Distinctive roof form.

Possible meaning: culture, identity, climate, tradition.

Ornament

Physical: Pattern or decoration.

Possible meaning: symbolism, narrative, cultural identity.

IMPORTANT:

Makna tidak selalu melekat secara otomatis pada bentuk. Makna dapat dibentuk oleh: culture + experience + context + memory + interpretation
06 / SENSORY MAPPING

Experience Architecture With the Whole Body.

SEE

Apa yang terlihat? Light, shadow, colour, proportion, view, material, movement.

HEAR

Apa yang terdengar? Voice, traffic, water, footsteps, silence.

TOUCH

Apa yang terasa? Texture, temperature, surface, scale.

SMELL

Apa yang tercium? Material, vegetation, food, moisture, air.

MOVE

Bagaimana tubuh bergerak? Walk, stop, turn, climb, enter, exit.

REMEMBER

Apa yang mengingatkan Anda pada sesuatu? Memory, culture, experience, association.

SPACE → SENSATION → EMOTION → MEMORY → MEANING
07 / ATMOSPHERE

Why Does One Space Feel Different?

01

Light

Direction, intensity, shadow and contrast.

02

Material

Texture, colour, weight and tactility.

03

Sound

Reflection, absorption, noise and silence.

04

Temperature

Warm, cool, humid and dry.

05

Proportion

Scale, dimension, compression and release.

06

Movement

Sequence, rhythm, pause and direction.

07

Object

Presence and relationship between objects.

08

Atmosphere

The overall emotional quality of a space.

08 / ARCHITECTURAL IDENTITY

What Makes a Place Recognizable?

Identitas arsitektur tidak hanya berasal dari bentuk bangunan. Ia dapat muncul dari hubungan: Architecture + Culture + Ritual + Place + Memory

01

Form

Bentuk dan silhouette yang mudah dikenali.

02

Material

Material dan konstruksi yang membangun locality.

03

Activity

Aktivitas dan kehidupan yang berlangsung.

04

Memory

Pengalaman dan sejarah yang melekat pada tempat.

09 / INTERPRETATION

From Observation to Meaning.

01

Observe

Apa yang saya lihat, dengar dan rasakan?

02

Experience

Apa yang dialami oleh tubuh?

03

Interpret

Apa yang saya pahami dari pengalaman tersebut?

04

Meaning

Makna apa yang muncul?

05

Design

Bagaimana pemahaman tersebut diterjemahkan ke desain?

OBSERVE → EXPERIENCE → INTERPRET → MEANING → DESIGN
10 / STUDIO EXERCISE

READ A PLACE

Pilih satu ruang, bangunan, atau bagian site yang dapat memberikan pengalaman arsitektur yang kuat. Amati selama ±15–20 menit. Jangan hanya menggambar apa yang terlihat. Baca apa yang dialami dan dimaknai.

01 / SEQUENCE

Spatial Sequence

Gambarkan perjalanan: Approach → Enter → Transition → Pause → Discover → Arrive.

02 / SENSORY

Sensory Map

Petakan sight, sound, touch, smell, movement dan memory.

03 / SIGN

Sign Map

Temukan minimal 5 architectural signs.

04 / MEANING

Meaning Map

Hubungkan: Form → Sign → Association → Meaning.

05 / IDENTITY

Architectural Identity

Apa yang membuat tempat tersebut dikenali?

06 / EXPERIENCE

Experience Statement

“Tempat ini terasa _____ karena _____.”

07 / INTERPRET

Interpretation

Apa pemaknaan Anda terhadap tempat tersebut?

08 / DESIGN

Design Implication

Bagaimana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan ke desain?

09 / BOARD

Meaning Board

Gabungkan seluruh temuan menjadi satu visual argument.

FORM → EXPERIENCE → SIGN → MEANING → DESIGN

STUDIO OUTPUT

01. Spatial Sequence
02. Sensory Map
03. Architectural Sign Map
04. Meaning Diagram
05. Architectural Identity
06. Experience Statement
07. Interpretation
08. Design Implication
09. Architectural Meaning Board

11 / STUDIO REFLECTION

What Did I Experience?

Refleksi singkat 10–15 menit. Tidak perlu panjang. Tujuannya adalah menyadari bagaimana observasi berubah menjadi interpretasi dan kemudian menjadi kemungkinan keputusan desain.

01 / NOTICE

I noticed...

Apa yang sebelumnya tidak saya sadari tentang ruang ini?

02 / FEEL

I felt...

Apa pengalaman ruang yang paling kuat?

03 / INTERPRET

I interpreted...

Makna apa yang saya baca dari pengalaman tersebut?

04 / DESIGN

I would design...

Bagaimana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan ke keputusan desain?

FINAL QUESTION

“Jika pengalaman ini ingin saya hadirkan kembali dalam desain saya, elemen arsitektur apa yang harus saya ciptakan?”
12 / MEANING MATRIX

From Form to Meaning.

Element Observation Experience Possible Meaning Design Implication
Entrance Narrow / framed Transition Threshold Create spatial compression
Light Directional Focus Importance Use controlled daylight
Material Rough / natural Tactile Locality Expose material character
Axis Strong alignment Direction Hierarchy Strengthen spatial sequence
Landscape Dense vegetation Enclosure Nature / privacy Integrate landscape buffer
13 / DESIGN ARGUMENT

Meaning Must Become a Design Decision.

“Tempat ini terasa ________ karena ________.”

Kemudian lanjutkan: “Karena itu, dalam desain saya akan ________.”
01

Experience

Apa pengalaman yang ingin dipertahankan?

02

Meaning

Makna apa yang ingin dikomunikasikan?

03

Element

Elemen arsitektur apa yang membangun pengalaman?

04

Decision

Apa keputusan desain yang dihasilkan?

14 / LEARNING OUTCOME

Interpret Architecture Before Transforming It.

01 / OBSERVE

Observe

Membaca pengalaman spasial secara langsung.

02 / READ

Read

Mengidentifikasi signs, symbols dan identity.

03 / INTERPRET

Interpret

Membangun interpretasi berdasarkan pengalaman dan konteks.

04 / TRANSFORM

Transform

Menerjemahkan makna menjadi keputusan desain.

15 / READING LIST

Read More.

01
Norberg-Schulz, C. — Genius Loci. Towards a Phenomenology of Architecture. Rizzoli.
02
Pallasmaa, J. — The Eyes of the Skin. Architecture and the Senses. Wiley.
03
Zumthor, P. — Atmospheres. Architectural Environments, Surrounding Objects. Birkhäuser.
04
Lynch, K. — The Image of the City. MIT Press.
05
Jencks, C. — The Language of Post-Modern Architecture. Rizzoli.
06
Rasmussen, S. E. — Experiencing Architecture. MIT Press.
07
Saussure, F. de — Course in General Linguistics. Open Court.
08
Peirce, C. S. — The Essential Peirce. Indiana University Press.
16 / TAKEAWAY

Architecture Is Experienced Before It Is Explained.

OBSERVE → EXPERIENCE → INTERPRET → MEANING → DESIGN

Arsitektur bukan hanya sesuatu yang dilihat. Ia adalah sesuatu yang: dialami, dirasakan, diingat, ditafsirkan, dan dimaknai.

“What does the architecture make you feel, remember, understand, and believe?”