AMPP IV / DESIGN PROCESS
03 / 16

Organize.

Spatial Relationship & Zoning

Setelah mengetahui apa yang dibutuhkan, sekarang kita menentukan bagaimana semuanya saling berhubungan.

Program → Relationship → Zoning → Organization
Spatial Organization
FROM PROGRAM TO ORGANIZATION
02 / 16
A list of spaces is not yet architecture.

Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa menyusun program.

Sekarang pertanyaannya berubah:
Bagaimana ruang-ruang tersebut harus diorganisasi agar bangunan dapat bekerja?

01 / ADJACENCY
03 / 16
Spaces have relationships.

Tidak semua ruang harus berdekatan.

Ada ruang yang: harus dekat, sebaiknya dekat, boleh jauh, atau harus terpisah.

Spaces are defined not only by themselves, but by their relationships.
+ +

Strong

Hubungan sangat dekat. Contoh: lobby dan information.

+

Preferred

Sebaiknya berdekatan tetapi tidak wajib.

0

Neutral

Tidak ada kebutuhan hubungan khusus.

X

Separate

Hubungan perlu dibatasi atau dipisahkan.

02 / BUBBLE DIAGRAM
04 / 16
Think in relationships.

Bubble diagram membantu mahasiswa melihat hubungan program sebelum terjebak pada bentuk denah.

Ukuran bubble dapat menunjukkan tingkat kepentingan atau kapasitas. Jarak menunjukkan hubungan.

PUBLIC
MAIN
ACTIVITY
SUPPORT
SERVICE
PRIVATE

Bubble diagram bukan denah. Ia adalah alat untuk menguji hubungan.

03 / HIERARCHY
05 / 16
Not every space has the same importance.

Organisasi ruang membutuhkan hierarchy.

Ruang utama, ruang pendukung, ruang transisi, dan ruang servis memiliki peran berbeda dalam sistem.

01

Primary

Aktivitas utama proyek.

02

Secondary

Mendukung aktivitas utama.

03

Transition

Menghubungkan berbagai kondisi ruang.

04

Service

Menjaga operasional bangunan.

05

Support

Memperkuat pengalaman pengguna.

04 / PUBLIC — PRIVATE
06 / 16
How public should architecture be?

Bangunan publik selalu memiliki degrees of access.

Tidak semua ruang dapat diakses semua orang.

Inilah dasar pemikiran public → semi-public → private → service.

PUBLIC
PUBLIC
SEMI
PUBLIC
PUBLIC
SEMI
PUBLIC
PRIVATE
SERVICE
SERVICE
PRIVATE
05 / ZONING
07 / 16
Zoning is a decision about access.

Zoning bukan sekadar mewarnai ruang pada diagram.

Zoning adalah keputusan tentang: siapa boleh berada di mana, bagaimana mereka masuk, dan bagaimana mereka berpindah.

Zoning establishes hierarchy, access and degrees of privacy.
01

Access

Siapa yang boleh masuk?

02

Visibility

Apa yang harus terlihat dan apa yang tersembunyi?

03

Control

Di mana akses perlu dikontrol?

04

Transition

Bagaimana berpindah dari satu zona ke zona lain?

06 / CIRCULATION
08 / 16
Circulation is not leftover space.

Sirkulasi adalah bagian dari organisasi arsitektur.

Ia menentukan bagaimana pengguna menemukan, mengalami, dan memahami bangunan.

01

Arrival

Bagaimana pengguna pertama kali tiba?

02

Orientation

Bagaimana pengguna memahami arah?

03

Movement

Bagaimana pengguna berpindah?

04

Pause

Di mana pengguna berhenti?

05

Destination

Ke mana pengguna akhirnya menuju?

CIRCULATION STRATEGY
09 / 16
How should people move?

Tidak ada satu pola sirkulasi yang selalu benar.

Pilihan organisasi harus mengikuti karakter program, pengguna, site, dan pengalaman yang ingin dibangun.

01

Linear

Pergerakan mengikuti satu arah utama.

02

Radial

Beberapa ruang bertemu pada satu pusat.

03

Loop

Pergerakan membentuk rangkaian yang berulang.

04

Network

Beberapa jalur dan node saling terhubung.

GROUP TASK / 20 MIN
10 / 16
SMALL INSIGHTFUL TASK
Draw the relationships.

Gunakan hasil programming pertemuan sebelumnya.

Jangan menggambar denah.

Gunakan bubble.

01 / Select Pilih 8–12 ruang utama dari program Studio 4.
02 / Connect Hubungkan ruang berdasarkan kebutuhan adjacency.
03 / Rank Tentukan ruang primary, secondary, transition, dan service.
04 / Explain Berikan satu alasan untuk setiap hubungan penting.

Output: 1 Bubble Diagram kelompok.

CRITIQUE / 15 MIN
11 / 16
A good diagram should be defensible.

Setiap kelompok memilih satu hubungan ruang yang paling penting.

Jelaskan:
Mengapa harus dekat? Mengapa tidak boleh dekat? Apa yang terjadi jika hubungan tersebut berubah?

GROUP TASK / 15 MIN
12 / 16
FROM RELATIONSHIP TO ZONE
Make the invisible visible.

Sekarang terjemahkan bubble diagram menjadi zoning diagram.

PUBLIC Area dengan akses paling terbuka.
SEMI-PUBLIC Area dengan tingkat kontrol sedang.
PRIVATE Area dengan akses terbatas.
SERVICE Area operasional, maintenance dan logistik.

Output: Bubble Diagram → Zoning Diagram.

ORGANIZATION × SITE
13 / 16
The building does not organize itself.

Organisasi ruang harus mulai berhubungan dengan konteks.

Entrance, pedestrian, kendaraan, view, public space, service, dan kondisi lingkungan mulai memengaruhi zoning.

SITE

Access

Dari mana pengguna datang?

SITE

Public Edge

Di mana bangunan bertemu ruang publik?

SITE

Service

Bagaimana logistik dan servis masuk?

SITE

View

Ruang mana yang mendapatkan kualitas terbaik?

SITE

Climate

Bagaimana orientasi memengaruhi ruang?

AMPP IV × STUDIO 4
14 / 16
Bring the organization into Studio.

Hasil hari ini menjadi alat berpikir untuk tahap desain berikutnya.

Jangan langsung membuat bentuk bangunan.

Uji terlebih dahulu organisasi ruangnya.

01

Program

Apa saja yang dibutuhkan?

02

Relationship

Apa yang harus berdekatan atau terpisah?

03

Zoning

Bagaimana akses dan hierarchy dibentuk?

04

Organization

Bagaimana semuanya menjadi sistem arsitektur?

KEY IDEA
15 / 16
Organize before you form.

Sebelum menentukan bentuk, pastikan sistem ruangnya memiliki alasan.

Relationship → Hierarchy → Access → Circulation → Zoning

AMPP IV / ORGANIZE
16 / 16
Organize.
Connect.
Define.
RELATIONSHIP

Connect.

Tentukan hubungan antar ruang dan aktivitas.

HIERARCHY

Prioritize.

Tentukan ruang utama, pendukung dan servis.

ZONING

Organize.

Terjemahkan semuanya menjadi sistem ruang.