```php 05 — Regulation as Design | AMPP IV
05
CONSTRAIN

Regulation as Design

Menguji Kelayakan Desain

Regulasi bukan sekadar batas yang membatasi kreativitas. Dalam arsitektur, regulasi adalah informasi yang harus diterjemahkan menjadi keputusan mengenai massa, ruang, sirkulasi, keselamatan, aksesibilitas, dan kelayakan bangunan.

Course Azas, Metode, dan Pendekatan Perancangan IV
Studio Menguji Kelayakan Desain
PIC Pak Widya
01 / Why

A design is not valid only because it looks good.

Sebuah desain harus dapat dipertanggungjawabkan terhadap konteks, tata ruang, keselamatan, aksesibilitas, fungsi, struktur, lingkungan, dan regulasi yang berlaku.


Karena itu setelah mahasiswa membaca site pada Meeting 04, tahap berikutnya adalah bertanya:

“Apa saja yang tidak boleh saya abaikan ketika menerjemahkan site menjadi arsitektur?”
The Design Question

“Constraint apa yang harus diterjemahkan menjadi keputusan desain?”

Constraint bukan akhir dari desain. Constraint adalah parameter yang membantu membentuk desain.

02 / Regulatory Framework

What constrains architecture?

01 / LAND

Tata Ruang

Peruntukan ruang, zonasi, RTRW, RDTR, dan peraturan zonasi.

02 / MASS

Building Envelope

KDB, KLB, GSB, ketinggian, setback, dan konfigurasi massa.

03 / ACCESS

Accessibility

Akses universal, ramp, pedestrian, sirkulasi, dan fasilitas pengguna.

04 / SAFETY

Fire Safety

Evakuasi, proteksi kebakaran, akses kendaraan pemadam dan keselamatan.

05 / STRUCTURE

Structural Standards

Beban, gempa, struktur dan standar teknis yang relevan.

06 / ENVIRONMENT

Environmental Performance

Energi, air, kenyamanan, landscape, dan performa bangunan.

03 / Design Theory

Regulation as Design Generator

Constraint-Based Design

Dalam proses desain, constraint tidak selalu dipahami sebagai pengurangan kebebasan. Constraint dapat menjadi parameter yang membantu mempersempit ruang kemungkinan sehingga keputusan desain menjadi lebih terarah.

Constraint → Parameter → Decision → Form

Regulation → Design Intelligence

Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui bahwa sebuah aturan ada. Mereka harus mampu menjawab:

  • Apa yang diatur?
  • Mengapa hal tersebut diatur?
  • Bagaimana aturan tersebut mempengaruhi desain?
  • Bagaimana desain dapat merespons tanpa kehilangan kualitas arsitektur?
04 / Indonesia Regulatory Framework

Regulasi yang perlu dikenali

Gunakan daftar ini sebagai starting point. Untuk setiap proyek, mahasiswa wajib melakukan verifikasi terhadap regulasi yang benar-benar berlaku pada lokasi dan jenis bangunan yang dirancang.


Category Regulation Scope Design Implication Status Reference
NASIONAL UU No. 28 Tahun 2002
Bangunan Gedung
Kerangka hukum penyelenggaraan bangunan gedung Menjadi dasar pemenuhan persyaratan bangunan gedung. Berlaku dengan perubahan OPEN ↗
NASIONAL UU No. 6 Tahun 2023
Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
Perubahan sejumlah ketentuan termasuk sektor bangunan gedung Perlu dibaca bersama regulasi bangunan gedung yang berlaku. Berlaku OPEN ↗
NASIONAL PP No. 16 Tahun 2021
Peraturan Pelaksanaan UU Bangunan Gedung
Penyelenggaraan bangunan gedung Menjadi kerangka utama penyelenggaraan bangunan gedung dan persyaratan teknis yang perlu diterjemahkan dalam desain. Berlaku OPEN ↗
AKSESIBILITAS Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017
Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung
Aksesibilitas dan kemudahan pengguna bangunan Mempengaruhi akses masuk, sirkulasi, ramp, tangga, toilet, dan fasilitas bagi pengguna. Berlaku OPEN ↗
KEBAKARAN Permen PU No. 26/PRT/M/2008
Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran
Keselamatan dan proteksi kebakaran bangunan gedung dan lingkungan Mempengaruhi akses pemadam, jalur evakuasi, proteksi aktif dan pasif, serta konfigurasi bangunan. Berlaku OPEN ↗
BANGUNAN NEGARA Permen PUPR No. 22/PRT/M/2018
Pembangunan Bangunan Gedung Negara
Penyelenggaraan pembangunan bangunan gedung negara Relevan apabila proyek merupakan bangunan gedung negara. Berlaku OPEN ↗
BANGUNAN HIJAU Permen PUPR No. 21 Tahun 2021
Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau
Kinerja bangunan gedung hijau Mendorong keputusan desain terkait efisiensi energi, air, kualitas lingkungan dan aspek keberlanjutan. Berlaku OPEN ↗
TATA RUANG RTRW / RDTR / Peraturan Zonasi
Ketentuan Tata Ruang Lokasi
Zonasi, peruntukan, intensitas dan ketentuan pemanfaatan ruang Menentukan apakah fungsi bangunan, intensitas, KDB, KLB, GSB, ketinggian dan parameter lain sesuai dengan lokasi. WAJIB CEK LOKAL
LOKAL PERDA / PERKADA
Peraturan Bangunan dan Tata Ruang Daerah
Ketentuan spesifik pemerintah daerah Dapat memuat ketentuan lokal seperti GSB, KDB, KLB, ketinggian, parkir, karakter kawasan dan ketentuan lainnya. WAJIB CEK LOKAL
STANDAR SNI
Standar Nasional Indonesia terkait bangunan
Struktur, beban, gempa, material dan aspek teknis lainnya Gunakan SNI yang relevan dengan jenis bangunan dan sistem yang dirancang. CEK EDISI TERBARU OPEN ↗
05 / Building Envelope

KDB · KLB · GSB · Height

Parameter envelope menentukan seberapa besar dan bagaimana bangunan dapat menempati site.


Parameter Makna Pertanyaan Desain
KDB Koefisien dasar bangunan. Berapa luas maksimum footprint yang dapat digunakan?
KLB Koefisien lantai bangunan. Berapa total luas lantai yang dapat dikembangkan?
GSB Garis sempadan bangunan. Seberapa jauh massa bangunan harus mundur dari batas tertentu?
Ketinggian Batas ketinggian bangunan sesuai ketentuan lokasi. Bagaimana batas vertikal membentuk massa bangunan?
Setback Jarak bebas bangunan terhadap batas atau elemen tertentu. Bagaimana ruang antara bangunan dan boundary digunakan?

Jangan mengajarkan KDB/KLB/GSB sebagai angka nasional yang sama untuk semua site.
Nilai dan ketentuannya harus ditelusuri pada dokumen tata ruang dan peraturan daerah/lokasi yang berlaku.
06 / Method

From Regulation to Design

01

Identify

Identifikasi aturan yang berlaku.

02

Extract

Ambil parameter yang mempengaruhi desain.

03

Test

Uji terhadap site dan program.

04

Translate

Terjemahkan menjadi parameter desain.

05

Respond

Bentuk keputusan arsitektur.

07 / Design Translation

Regulation → Architecture

KDB

Constraint luas footprint dapat diterjemahkan menjadi keputusan mengenai courtyard, landscape, plaza atau open space.

KLB

Batas luas lantai dapat mempengaruhi jumlah lantai, stacking program, dan distribusi fungsi vertikal.

GSB

Setback dapat menjadi ruang transisi, landscape buffer, pedestrian zone, atau public interface.

Fire Safety

Persyaratan keselamatan dapat membentuk core, tangga, exit, fire access, compartmentation dan circulation.

Accessibility

Persyaratan kemudahan dapat membentuk entrance, ramp, lift, toilet dan universal circulation.

Height

Batas ketinggian dapat mempengaruhi skyline, massing, proportion dan vertical program.

Setback

Ruang bebas dapat menjadi buffer terhadap noise, heat, traffic atau menjadi ruang publik.

Green Building

Target performa dapat diterjemahkan menjadi orientasi, envelope, shading, landscape dan water strategy.

08 / Studio

Regulation Feasibility Test

STEP 01 — Regulatory Audit

  • Identifikasi regulasi nasional yang relevan.
  • Cari RTRW/RDTR/peraturan zonasi lokasi.
  • Cari ketentuan KDB.
  • Cari ketentuan KLB.
  • Cari GSB dan setback.
  • Cari batas ketinggian.
  • Cek aksesibilitas.
  • Cek keselamatan kebakaran.

STEP 02 — Envelope Test

  • Gambar boundary site.
  • Masukkan GSB.
  • Masukkan setback lain.
  • Hitung luas maksimum footprint berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  • Uji total luas lantai.
  • Uji ketinggian.
  • Uji akses kendaraan dan pedestrian.

STEP 03 — Safety & Access

  • Identifikasi entrance.
  • Identifikasi accessible route.
  • Identifikasi vertical circulation.
  • Identifikasi emergency exit.
  • Uji fire access.
  • Identifikasi area evakuasi.

STEP 04 — Design Implication

Pilih minimal 5 regulatory constraints yang paling mempengaruhi desain.

Regulation → Constraint → Design Decision

Mahasiswa harus dapat menunjukkan hubungan antara aturan dan keputusan arsitektur.

Studio Output

Regulatory Feasibility Board

Regulation Parameter Requirement Design Response Evidence
Tata ruang Zoning ... ... Dokumen resmi
KDB % ... Footprint Perhitungan
KLB Ratio ... Total floor area Perhitungan
GSB Meter ... Setback Site plan
Accessibility Route ... Universal access Diagram
Fire safety Exit / access ... Emergency strategy Diagram
Critical Thinking

Can you prove that your design is feasible?

Desain bukan hanya tentang apa yang ingin kita bentuk, tetapi juga tentang apa yang dapat dipertanggungjawabkan.

ADMIN / REGULATION DATABASE

Regulatory Library

```