06
GENERATE

Programming
→ Massing

Mengembangkan Alternatif Massa

Setelah membaca konteks dan memahami constraint, mahasiswa mulai membangun kemungkinan bentuk. Program tidak langsung menjadi satu massa. Program diterjemahkan menjadi parameter, aturan dan proses yang memungkinkan berbagai alternatif massa dihasilkan.

Course AMPP IV
Studio Alternative Massing
PIC Wisnawa
01 / WHY GENERATE?

Don't design one.
Generate many.

Dalam tahap awal desain, mahasiswa sering terlalu cepat jatuh cinta pada satu bentuk. Padahal pada tahap konseptual, yang lebih penting adalah exploration.

Tujuan tahap ini bukan menemukan bentuk final, tetapi memperluas ruang kemungkinan desain.

Karena itu mahasiswa akan belajar menghasilkan beberapa alternatif massing sebelum memilih dan mengembangkannya.

THE DESIGN QUESTION

“Bagaimana program dapat menghasilkan berbagai kemungkinan massa?”

Bukan: “Bentuk apa yang saya mau?”

Tetapi:
“Logika apa yang dapat menghasilkan berbagai bentuk yang mungkin?”

02 / GENERATIVE LOGIC

From Program to Form

01

PROGRAM

Apa saja kebutuhan ruang?

02

PARAMETER

Apa yang dapat berubah?

03

RULES

Aturan apa yang membentuk hubungan?

04

ALGORITHM

Bagaimana aturan tersebut diproses?

05

ALTERNATIVES

Apa saja kemungkinan hasilnya?

06

EVALUATE

Mana yang paling responsif?

07

SELECT

Alternatif mana yang dikembangkan?

03 / GRAND THEORY

Design as a Generative Process

Christopher Alexander

Dalam A Pattern Language, Alexander melihat desain melalui hubungan antar pattern dan konteks.

Pattern → Relationship → Spatial Configuration

Dalam studio, mahasiswa dapat menggunakan gagasan ini untuk membaca hubungan antarprogram sebelum menentukan bentuk.

George Stiny

Melalui konsep Shape Grammar, bentuk dapat dihasilkan melalui aturan transformasi.

Shape → Rule → Transformation → New Shape

Ini menjadi dasar berpikir bahwa massa dapat generated, bukan hanya digambar.

William J. Mitchell

Mitchell menunjukkan pentingnya representasi, logika dan aturan dalam proses desain arsitektur.

Problem → Representation → Rules → Solution Space

Dengan demikian proses digital dapat membantu memperluas ruang solusi.

Branko Kolarevic

Dalam diskursus digital architecture, Kolarevic membahas pergeseran dari digital representation menuju proses digital generation dan morphogenesis.

Digital Model ≠ Digital Design Process

Yang penting bukan sekadar menggunakan software, tetapi memahami bagaimana software mengubah cara menghasilkan desain.

Rivka Oxman

Digital design thinking membuka cara baru dalam memahami hubungan antara design process, representation, generation dan evaluation.

Design Thinking → Digital Thinking

Computational Design

Computational design dapat digunakan untuk membangun hubungan antara input, aturan, parameter dan output.

Input → Process → Output → Feedback
04 / DIGITAL TOOLS

Tools for Massing Exploration

01 / RHINO

Rhino

Digunakan sebagai lingkungan pemodelan 3D untuk membangun, memodifikasi dan membaca geometri massa.

Rhino menjadi geometry environment.

02 / GRASSHOPPER

Grasshopper

Digunakan untuk membuat hubungan parameter, rules dan geometry secara visual.

Mahasiswa mulai berpikir: “What if this parameter changes?”

03 / DYNAMO

Dynamo / Revit

Digunakan untuk computational design dan automation dalam environment BIM.

Dynamo membantu menghubungkan parameter, model dan design alternatives.


Software bukan tujuan pembelajaran. Software adalah instrument untuk memperluas design space.
05 / PARAMETERS

What Can Change?

Sebuah model parametrik menjadi menarik ketika mahasiswa mampu mengidentifikasi variabel yang dapat berubah.


Dimension

Length Width Height

Massing

Floor Count Floor Height Volume

Open Space

Courtyard Void Setback

Orientation

Rotation Sun View Wind

Program

Area Adjacency Hierarchy

Circulation

Core Corridor Entrance

Context

Road Boundary Neighbor

Regulation

KDB KLB GSB Height
06 / DESIGN RULES

Build Rules Before Forms

Rule 01
Stack

Program dengan karakter tertentu dapat ditumpuk secara vertikal.

Rule 02
Split

Satu massa dapat dipecah menjadi beberapa volume untuk membentuk courtyard, void atau circulation.

Rule 03
Shift

Floor plate dapat digeser untuk menghasilkan terrace, shading atau spatial variation.

Rule 04
Rotate

Massa dapat diputar terhadap orientasi matahari, view atau site geometry.

Rule 05
Subtract

Volume dapat dikurangi untuk menciptakan courtyard, lightwell atau public void.

Rule 06
Repeat

Module dapat diulang untuk menciptakan struktur, ritme atau program cluster.

07 / ALTERNATIVE MASSING

One Program.
Many Possibilities.

A

BAR

Program disusun dalam linear mass.

Potential: orientation, circulation, view.

B

COURTYARD

Massa mengelilingi ruang terbuka.

Potential: community, light, microclimate.

C

CLUSTER

Program dibagi menjadi beberapa volume.

Potential: porosity, phasing, human scale.

D

STACKED

Program dikembangkan secara vertikal.

Potential: compactness, land efficiency, view.

08 / ITERATION

Don't Stop at Version 01

Iteration 01

Simple mass.

Tujuan: mencari baseline.

Iteration 02

Modify parameter.

Misalnya: height, orientation, courtyard, setback.

Iteration 03+

Combine strategies.

Bandingkan konsekuensi spatial dan environmental.

Minimal 10 iterations.
Tidak harus 10 bentuk yang berbeda total. Yang penting mahasiswa dapat menunjukkan bagaimana perubahan parameter mengubah konsekuensi desain.
09 / COMPUTATIONAL THINKING

Think in Relationships

Grasshopper dan Dynamo mengajarkan mahasiswa untuk melihat desain sebagai hubungan antarvariabel.


INPUT
Site Area
↓ Program
↓ Regulation
PARAMETERS
Width / Length / Height
Rotation / Void / Floor
RULES
Stack / Split / Shift / Rotate
GENERATE
Alternative A
Alternative B
Alternative C
Alternative D
EVALUATE
Area / Circulation / Climate / View
SELECT
Best-performing alternative
10 / STUDIO EXERCISE

Alternative Massing Lab

Part A — Manual Exploration

  • Buat minimal 3 alternatif massa.
  • Gunakan program yang sama.
  • Gunakan site dan constraint yang sama.
  • Bedakan strategi organisasi.
  • Jelaskan logika setiap alternatif.

Part B — Grasshopper / Dynamo

  • Pilih satu strategi massa.
  • Identifikasi minimal 5 parameter.
  • Bangun hubungan parameter.
  • Generate minimal 10 iterations.
  • Simpan proses / graph.

Part C — Evaluation

  • Bandingkan setiap alternatif.
  • Uji luas bangunan.
  • Uji open space.
  • Uji circulation.
  • Uji response terhadap site.

Part D — Selection

  • Pilih 2–3 kandidat terbaik.
  • Jelaskan alasan pemilihan.
  • Identifikasi kelebihan.
  • Identifikasi kelemahan.
  • Tentukan arah pengembangan.
11 / STUDIO OUTPUT

Massing Exploration Board

01
Program Diagram

Bubble diagram, adjacency, hierarchy dan spatial organization.

02
Parameter Diagram

Tunjukkan parameter yang digunakan dalam proses generative.

03
Algorithm / Graph

Grasshopper definition atau Dynamo graph.

04
10+ Iterations

Tampilkan perkembangan alternatif massa.

05
Evaluation Matrix

Bandingkan alternatif berdasarkan kriteria yang jelas.

06
Selected Massing

Pilih 1–2 alternatif untuk dikembangkan pada tahap berikutnya.

12 / EVALUATION

Which Massing Performs Better?

Criteria A B C D
Site Response 1–5 1–5 1–5 1–5
Program Efficiency 1–5 1–5 1–5 1–5
Circulation 1–5 1–5 1–5 1–5
Environmental Response 1–5 1–5 1–5 1–5
Architectural Potential 1–5 1–5 1–5 1–5

Algorithm generates alternatives. Designer evaluates alternatives.

Jangan mengatakan: “Grasshopper memilih desain terbaik.”
Tetapi: “Grasshopper membantu saya melihat lebih banyak kemungkinan sehingga saya dapat membuat keputusan desain yang lebih terinformasi.”
13 / FURTHER READING

Explore Further

Alexander, Christopher et al.

A Pattern Language (1977).

Rujukan untuk memahami pattern, relationship dan spatial organization.

Stiny, George

Shape: Talking about Seeing and Doing (2006).

Rujukan penting untuk shape grammar dan generative design.

Mitchell, William J.

The Logic of Architecture: Design, Computation, and Cognition (1990).

Membahas hubungan architecture, computation, representation dan design logic.

Kolarevic, Branko

Architecture in the Digital Age: Design and Manufacturing (2003).

Mendalami digital morphogenesis dan computational design.

Oxman, Rivka

Literatur mengenai digital design thinking, computational design dan design cognition.

Robert McNeel & Associates

Grasshopper official guides dan learning resources.

OFFICIAL GRASSHOPPER GUIDES ↗
Autodesk

Dynamo for Revit merupakan graphical programming interface untuk meng-customize workflow BIM.

DYNAMO FOR REVIT ↗
Autodesk Generative Design

Pelajari bagaimana goals, constraints, variables dan algorithms digunakan untuk menghasilkan design outcomes.

GENERATIVE DESIGN TUTORIAL ↗
FINAL REFLECTION

“Apakah bentuk ini merupakan pilihan pertama, atau hasil dari eksplorasi yang dapat dipertanggungjawabkan?”

GENERATE ≠ DRAW

Generate berarti memperluas kemungkinan sebelum memilih.