07
POSITION

Design
Approach

Design Approach & Framework

Setelah membaca konteks, menguji constraint, dan menghasilkan berbagai alternatif massa, mahasiswa perlu menentukan arah desain. Bukan hanya memilih bentuk, tetapi menentukan cara berpikir yang akan digunakan untuk mengembangkan proyek.

Course AMPP IV
Studio Design Direction
PIC Wisnawa
01 / WHY POSITION?

From possibilities
to position.

Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa menghasilkan banyak kemungkinan massa. Sekarang pertanyaannya berubah:

Mengapa kita memilih arah desain ini?

Design position adalah sebuah argument mengenai bagaimana proyek seharusnya merespons konteks, pengguna, lingkungan, program dan pengetahuan yang telah diperoleh.

THE DESIGN QUESTION

“Pendekatan apa yang paling tepat untuk proyek ini?”

Tidak semua proyek membutuhkan pendekatan yang sama. Context determines strategy.

02 / THINKING SHIFT

Change the Question

FORM-FIRST

WHAT?

“Bangunan seperti apa yang ingin saya buat?”

Bentuk menjadi titik awal.

POSITION-FIRST

WHY?

“Masalah apa yang ingin saya respons?”

Evidence dan argument menjadi titik awal.

03 / GRAND THEORY

How Designers Think

John Zeisel
Inquiry by Design

Zeisel menjelaskan proses desain sebagai proses inquiry yang iteratif.

Imaging → Presenting → Testing

Desain berkembang melalui proses mencoba, melihat, menguji dan memperbaiki.

Bryan Lawson
How Designers Think

Lawson menunjukkan bahwa design thinking tidak selalu linear.

Problem → Conjecture → Analysis → Evaluation

Designer membangun hipotesis dan mengujinya melalui proses desain.

Nigel Cross
Designerly Ways of Knowing

Design merupakan cara memperoleh pengetahuan melalui making, modelling, visualisation dan testing.

Knowing through Designing

Donald Schön
Reflective Practitioner

Schön memperkenalkan konsep reflection-in-action.

Design → Reflection → Revision

Designer berpikir sambil melakukan.

Christopher Alexander
Context → Forces → Form

Dalam pendekatan Alexander, form dapat dipahami sebagai respons terhadap forces yang bekerja dalam konteks.

Context → Forces → Form

Jane Jacobs / Jan Gehl
People & Urban Life

Kota dipahami melalui hubungan manusia, aktivitas, movement dan ruang.

People → Activity → Space
04 / DESIGN APPROACH

Choose Your Lens

Mahasiswa memilih 1 primary approach dan dapat menggunakan 1–2 supporting approaches.


01 / CONTEXTUAL

Contextual

Site, urban morphology, culture, landscape, climate dan local identity.

Bagaimana konteks membentuk desain?
02 / BEHAVIORAL

Behavioral

User, activity, movement, interaction dan social patterns.

Bagaimana perilaku membentuk ruang?
03 / SUSTAINABLE

Sustainable

Climate, energy, water, material, ecology dan passive design.

Bagaimana bangunan merespons environmental forces?
04 / EVIDENCE-BASED

Evidence-Based

Observation, measurement, simulation, precedent dan data.

Apa evidence yang mendukung keputusan?
05 / RESEARCH-BASED

Research-Based

Theory, literature, case study dan research question.

Pengetahuan apa yang menjadi dasar posisi?
06 / DIGITAL

Digital / Computational

Parametric design, simulation, generative design dan optimization.

Bagaimana computational methods membuka kemungkinan?
05 / DESIGN FRAMEWORK

From Evidence to Decision

Design framework menghubungkan apa yang ditemukan mahasiswa dengan apa yang akhirnya diputuskan dalam desain.

01

CONTEXT

Apa yang terjadi di site?

02

EVIDENCE

Apa yang dapat dibuktikan?

03

ISSUE

Apa masalah atau potensi utamanya?

04

POSITION

Apa sikap desain kita?

05

APPROACH

Lensa apa yang digunakan?

06

PRINCIPLE

Prinsip desain apa yang digunakan?

07

STRATEGY

Bagaimana prinsip diterapkan?

08

DECISION

Apa keputusan arsitekturnya?

09

TEST

Bagaimana keputusan diuji?

10

REFLECT

Apa yang perlu dikembangkan kembali?

06 / DESIGN LOGIC

Build an Argument

Setiap keputusan desain harus memiliki hubungan dengan evidence sebelumnya.

CONTEXT Site
EVIDENCE Finding
ISSUE Problem
POSITION Stance
APPROACH Lens
PRINCIPLE Rule
STRATEGY Action
DESIGN Decision
07 / DESIGN POSITION

Write Your Position

Design Position

Mahasiswa menulis satu pernyataan singkat yang menjelaskan sikap desain.

“Because ________, the project should ________.”

Design Principles

Turunkan position menjadi 3–5 prinsip yang dapat digunakan untuk mengarahkan desain.

01 — Respond to context
02 — Prioritize user
03 — Reduce environmental impact
08 / EXAMPLE

From Finding to Design

01 / FINDING

West façade receives high afternoon solar exposure.

02 / ISSUE

Potential thermal gain and visual discomfort.

03 / POSITION

The building should filter sunlight rather than completely block it.

04 / APPROACH

Sustainable + Contextual

05 / PRINCIPLE

Create a layered building envelope.

06 / STRATEGY

Overhang + vegetation + secondary skin.

07 / DESIGN DECISION

Deep shaded transition zone.

08 / TEST

Solar simulation / shadow analysis.

09 / STUDIO

Position Your Project

Part A — Review Evidence

  • Review hasil site analysis.
  • Review urban context.
  • Review regulatory constraints.
  • Review program.
  • Review alternative massing.

Part B — Identify Issues

  • Tentukan 3–5 isu utama.
  • Bedakan problem dan opportunity.
  • Gunakan evidence.
  • Prioritaskan isu.

Part C — Choose Approach

  • Pilih 1 primary approach.
  • Pilih 1–2 supporting approaches.
  • Jelaskan alasan pemilihan.
  • Hubungkan dengan evidence.

Part D — Build Framework

  • Susun design position.
  • Buat 3–5 design principles.
  • Turunkan menjadi strategies.
  • Hubungkan dengan keputusan desain.
10 / FRAMEWORK BOARD

Your Design Framework

01 Context

Apa kondisi utama?

SITE / URBAN / CLIMATE

02 Evidence

Apa yang ditemukan?

DATA / OBSERVATION

03 Issue

Apa masalah/potensi?

PROBLEM / OPPORTUNITY

04 Position

Apa sikap desain?

BECAUSE → SHOULD

05 Approach

Lensa apa?

CONTEXTUAL / BEHAVIORAL

06 Principle

Prinsip apa?

DESIGN RULE

07 Strategy

Bagaimana menerapkan?

ACTION

08 Decision

Apa hasil desain?

FORM / SPACE / SYSTEM
11 / STUDIO OUTPUT

Position Board

01
Issue Map

3–5 isu utama berdasarkan hasil READ dan CONSTRAIN.

02
Evidence

Data, observation, precedent atau research yang mendukung.

03
Design Position

Satu pernyataan yang menjelaskan arah desain.

04
Design Approach

1 primary + 1–2 supporting approaches.

05
Design Principles

3–5 prinsip yang mengarahkan desain.

06
Design Framework

Diagram Context → Evidence → Position → Strategy → Decision.

12 / REFLECTION

Can You Defend Your Position?

Ask Yourself

01

Apa evidence terpenting dalam proyek saya?

02

Apa isu utama yang ingin saya respons?

03

Mengapa saya memilih pendekatan ini?

04

Apa prinsip yang mengarahkan desain?

05

Bagaimana strategi diturunkan dari prinsip?

06

Bagaimana saya dapat menguji keputusan tersebut?

13 / FURTHER READING

References

Lawson, Bryan

How Designers Think: The Design Process Demystified .

Rujukan utama untuk memahami design thinking dan proses desain.

Zeisel, John

Inquiry by Design: Environment/Behavior/Neuroscience in Architecture, Interiors, Landscape, and Planning .

Mendalami desain sebagai proses inquiry dan testing.

Cross, Nigel

Designerly Ways of Knowing .

Memahami design sebagai cara memperoleh pengetahuan.

Schön, Donald A.

The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action .

Dasar konsep reflection-in-action.

Alexander, Christopher

Notes on the Synthesis of Form .

Context, forces dan synthesis dalam desain.

Gehl, Jan

Life Between Buildings .

Memahami hubungan people, activity dan space.

Jacobs, Jane

The Death and Life of Great American Cities .

Urban life, diversity, movement dan public space.

Kolarevic, Branko

Architecture in the Digital Age: Design and Manufacturing .

Digital design, morphogenesis dan computational thinking.

FINAL QUESTION

“Dapatkah kamu menjelaskan mengapa proyekmu harus menjadi seperti ini?”

POSITION ≠ STYLE

Position bukan sekadar gaya visual. Position adalah sikap desain yang dapat dipertanggungjawabkan.