```php
Design through parameters, rules, evidence and iteration.
Dalam konteks studio, computational design digunakan sebagai cara berpikir untuk menghasilkan, menguji, membandingkan, dan memperbaiki alternatif desain.
Mahasiswa membuat bentuk terlebih dahulu, kemudian mengevaluasi hasilnya.
Mahasiswa menentukan hubungan dan parameter, menghasilkan alternatif, lalu menguji performanya.
Iteration mengubah proses desain dari pencarian satu jawaban menjadi eksplorasi ruang kemungkinan.
Mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan desain.
Menguji konsekuensi dari setiap keputusan.
Belajar dari hasil dan kegagalan desain.
Yang lebih penting adalah kemampuan mengenali variabel, hubungan, aturan, dan konsekuensi.
Site
Climate
Program
Regulation
Orientation
Depth
Opening
Shading
Relationship
Constraint
Logic
Form
Performance
Alternative
Ketika beberapa parameter dapat berubah, kita memperoleh berbagai kemungkinan konfigurasi desain.
One system → many possibilities.
Arsitektur hampir selalu memiliki banyak tujuan yang kadang saling bertentangan.
| CRITERIA | WEIGHT | A | B | C |
|---|---|---|---|---|
| Spatial Quality | 25% | 72 | 84 | 79 |
| Sustainability | 25% | 80 | 88 | 71 |
| Context | 20% | 82 | 81 | 90 |
| Efficiency | 15% | 70 | 86 | 73 |
| Constructability | 15% | 76 | 80 | 77 |
Sustainability tidak ditempatkan sebagai checklist pada akhir desain.
Computational Design dapat digunakan untuk mengeksplorasi prinsip arsitektur Bali, bukan sekadar menyalin bentuk tradisional.
Software boleh berubah. Workflow dan cara berpikir tetap menjadi inti.
menghasilkan variasi dan kemungkinan.
membantu menjelajahi design space.
membantu membaca dan mengelompokkan data.
menentukan arah dan mempertanggungjawabkan keputusan.
Fast Response melatih mahasiswa untuk merespons perubahan dengan cepat melalui proses berpikir yang terstruktur.
Semua mahasiswa mendapatkan site dan program yang sama.
Eksplorasi minimal lima konfigurasi desain.
Uji setiap alternatif berdasarkan kriteria yang ditentukan.
Pilih alternatif berdasarkan evidence dan design reasoning.
Kembangkan kembali alternatif terpilih.
| ITERATION | CHANGE | TEST | EVIDENCE | DECISION |
|---|---|---|---|---|
| 01 | Orientation | Solar | Analysis | Modify |
| 02 | Opening | Daylight | Simulation | Keep |
| 03 | Shading | Thermal | Simulation | Keep |
| 04 | Massing | View | Analysis | Modify |
Output desain + learning evidence
Computational Design menjadi alat untuk meningkatkan kualitas keputusan desain.
How Designers Think: The Design Process Demystified. Architectural Press.
The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action. Basic Books.
Digital architecture as a challenge for design pedagogy: theory, knowledge, models and medium. Design Studies, 29(2), 99–120.
DOI ↗Studio Learning System — Curriculum 2027